Tampilkan postingan dengan label Rusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rusia. Tampilkan semua postingan

Jumat, April 9

Pembakaran atas rumah ibadah di Rusia

Sumber: JW-Media.org

Untuk Rilis Segera
8 April 2010

Pembakaran atas rumah ibadah di Rusia


BUDENNOVSK, Wilayah Stravropol—Di malam tanggal 20 Maret 2010, kebakaran terjadi di rumah ibadah, atau Balai Kerajaan, Saksi-Saksi Yehuwa di Budennovsk. Tak seorang pun berada di sana waktu itu sehingga tidak terdapat korban namun interior, termasuk langit-langit, dinding dan kursi musnah. Kerusakan diperkirakan hampir 1.000.000 rubel (Rp. 316 juta). Dicurigai itu adalah pembakaran dan sekarang hal itu telah dipastikan.

Hasil dari pemeriksaan pakar keamanan kebakaran dan mekanikal mendukung temuan awal bahwa para penyerang bisa masuk dengan menggunakan tangga darurat dan melewati lantai atas bangunan itu. Para pengacau itu di sana menyalakan suatu cairan yang mudah terbakar. Jadi para penyelidik mengesampingkan kemungkinan bahwa malfungsi atau kabel listrik menyebabkan kebakaran itu. Sebagai tambahan, selama menyelidikan, ditemukan bukti bahwa ada upaya sebelumnya untuk membakar balai itu dari lantai atas. Temuan ini didukung oleh pengamatan para umat yang berkata bahwa sekitar satu minggu sebelumnya mereka memperhatikan ada bau kimia di balai, yang tidak bisa mereka temukan sumbernya saat itu.

Ketua dari Organisasi Religius Lokal Saksi-Saksi Yehuwa di Kota Budyonnovsk, Alexander Gaponov, menyatakan perasaan dari banyak Saksi-Saksi Yehuwa di daerah itu ketika dia berkata: “Kami membangun Balai Kerajaan yang indah ini dengan tangan kami sendiri dan dengan biaya kami sendiri. Kami mencurahkan hati kami dalam membangunnya. Di balai ini orang-orang telah belajar untuk hidup damai dan harmonis dengan sesama mereka. Menyedihkan bahwa serangan semacam ini telah dilancarkan terhadap mereka yang tampaknya berbeda, hingga pada titik di mana beberapa orang siap untuk melakukan aksi perusakan semacam ini.”

Anton Omelchenko, seorang pengacara yang mewakili Saksi-Saksi Yehuwa, berkomentar atas insiden itu: “Pembakaran dalah tindakan kriminal dan dapat dihukum penjara hingga lima tahun. Kejahatan yang dilakukan terhadap Saksi-Saksi Yehuwa menunjukkan intensitas dari intoleransi religius terhadap komunitas umat ini, dan sayangnya, sikap semacam itu sekarang sedang dipromosikan dalam masyarakat Rusia.”

Pada tanggal 29 Maret 2010, kasus itu dipindahkan ke Departemen Kepolisian Budyonnovsk yang akan memutuskan apakah suatu kasus kriminal akan dimulai atau tidak.

Kontak:
Rusia: Grigory Martynov, Telepon +7 812 702 26 91
Eropa: Marc Hansen, Telepon + 32 2 782 0015
AS: Mario Moreno, Telepon + 1 845 396 0711
Baca selengkapnya >>

Rusia—sah atau tidak sah?

Sumber: JW-Media.org

Untuk Rilis Segera
8 April 2010

Rusia—sah atau tidak sah?

Hasil-hasil dari penelitian pakar mengungkapkan kesenjangan yang signifikan pada cara pandang atas literatur Kristen

YEKATERINBURG, Rusia—Terdapat “tidak ada dasar” untuk mengatakan bahwa publikasi Saksi-Saksi Yehuwa berisi tanda-tanda “propaganda, eksklusifitas atau inferioritas dari seseorang berdasarkan sikapnya terhadap agama,” demikian menurut sebuah penelitian pakar religius yang ditunjuk oleh pengadilan baru-baru ini di Asbest, Rusia. Sehubungan dengan literatur Kristen semacam itu, penelitian itu mendapati bahwa literatur tersebut tidak “melampaui apa yang merupakan fenomena umum dari seluruh komunitas religius yang kurang lebih tipikal bagi semua keyakinan agama.” Kesimpulan dari penelitian itu ditegaskan oleh para pakar religius dari sebuah penelitian kedua yang lebih jauh menyatakan sehubungan publikasi yang sedang diteliti bahwa, “publikasi tersebut tidak mengandung baik hasutan untuk perpecahan religius maupun aksi-aksi menetang agama, negara atau individu yang mewakili negara.”

Kedua kesimpulan pakar tersebut ditugaskan dalam kaitan dengan sebuah kasus kriminal yang diajukan terhadap seorang anggota organisasi religius setempat dari Saksi-Saksi Yehuwa di Asbest, Wilayah Sverdlovsk, yang dimulai pada tanggal 19 Juni 2009. Tuntutan kriminal dibatalkan pada tanggal 3 Maret 2010, sebagai tanggapan atas temuan-temuan dari penelitian pakar itu.

Di antara publikasi yang diteliti oleh para pakar dari Asbest itu yang tidak ditemukan apa pun yang ekstremis adalah tiga publikasi yang telah dinyatakan sebagai “materi ekstremis” dalam keputusan tanggal 22 September 2009 dari Pengadilan Regional Rostov dan sejak saat itu dimasukkan ke dalam Daftar Materi Ekstremis Kementerian Peradilan. Kontradiksi seperti itu menyoroti suatu inkonsistensi dalam penuntutan Saksi-Saksi Yehuwa. Ada ketidaksepahaman di antara para pakar yang ditunjuk pengadilan tentang apakah literatur Saksi-Saksi Yehuwa harus dinyatakan sebagai “materi ekstremis.” Sementara itu, gangguan dan penangkapan Saksi-Saksi berlanjut di banyak wilayah.

Vasily Kalin, Ketua dari Pusat Administratif Saski-Saksi Yehuwa di Rusia, menyatakan: “Di berbagai wilayah Rusia, upaya-upaya sedang dilakukan untuk mendesak kasus kriminal terhadap Saksi-Saksi Yehuwa. Namun fakta bahwa tidak terdapat dasar atas tuduhan itu dipastikan oleh para ahli yang tidak bias dan memenuhi syarat. Saksi-Saksi Yehuwa mengumumkan kabar baik dari Alkitab karena mereka ingin membagikan informasi yang membawa sukacita dan penghiburan bagi orang-orang. Keputusan akhir tentang siapa yang memiliki kebenaran berada di tangan Allah dan bukan Negara.”

Kontak
Di Rusia: Grigory Martynov, telepon +7 812 702 2691
Di AS: Mario Moreno, telepon +1 845 306 0711
Baca selengkapnya >>

Saksi-Saksi di Rusia menguras opsi-opsi domestik

Sumber: JW-Media.org

Untuk Rilis Segera
8 April 2010

Saksi-Saksi di Rusia menguras opsi-opsi domestik

Banding diajukan dalam kasus Republik Altay

GORNO-ALTAYSK, Rusia—Saksi-Saksi Yehuwa di Rusia mengajukan banding pengawasan terhadap keputusan Mahkamah Agung Republik Altay tanggal 27 Januari 2010. Mahkamah itu menguatkan keputusan dari Pengadilan Kota Gorno-Altaysk untuk menyatakan 18 publikasi Kristen dari Saksi-Saksi Yehuwa sebagai ekstremis. Dua dari tiga upaya banding itu berasal dari korporasi do Amerika Serikat dan Jerman yang adalah penerbit dan pencetak dari literatur tersebut, termasuk Alkitab, yang digunakan oleh Saksi-Saksi Yehuwa di seluas dunia.

Pada bulan Maret, 18 publikasi itu ditambahkan ke dalam Daftar Ferderal dari Materi Ekstremis, yang berakibat pelarangan penyimpanan dan penyebaran publikasi tersebut di seluruh Rusia. Pengadilan kota itu menolak suatu mosi dari Saksi-Saksi Yehuwa yang meminta sebuah penelitian pakar ditugaskan kepada sebuah instansi khusus untuk menentukan apakah literatur yang dipersoalkan benar-benar ekstremis.

Sebuah keputusan serupa telah dibuat oleh Mahkamah Agung Federasi Rusia pada tanggal 8 Desember 2009, yang pada akhirnya berakibat pelarangan 34 publikasi Saksi-Saksi Yehuwa, yang berarti bahwa publikasi tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar nasional dari literatur ekstremis. Sebagai akibatnya, di seluruh Rusia, terdapat lebih dari 150 insiden penahanan Saksi-Saksi Yehuwa, gangguan atas pertemuan religius mereka, dan penggeledahan rumah pribadi dan bangunan religius mereka, serta penyitaan literatur mereka dan aksi-aski agresi terhadap mereka.

Saksi-Saksi Yehuwa berharap sebuah pemeriksaan yang adil akan terjadi dan pengadilan akan mendukung pendirian dari Presiden Federasi Rusia, Dmitri Medvedev, yang telah menyuarakan pendapatnya bahwa masalah-masalah penduduk harus diselesaikan pada tingkatan domestik.

Kontak:
Di Rusia: Victor Zhenkov, tel. +7 (812) 702-26-91
Di AS: Mario Moreno, tel. + 1 845 306 0711
Baca selengkapnya >>

Kamis, Maret 25

Kepolisian di Rusia menyita literatur religius dari rumah-rumah umat

Sumber: JW-Media.org

Untuk Rilis Segera
24 Maret 2010

Kepolisian di Rusia menyita literatur religius dari rumah-rumah umat

TAMBOV, Rusia—“Ketika polisi muncul di rumah kami pagi-pagi sekali, saya merasa tidak beralasan untuk khawatir akan kebebasan saya dan keselamatan anak-anak saya.” Larisa Cheprunova, yang rumahnya diperiksa, merasa syok atas apa yang terjadi. “Kami selalu merespek pihak berwenang, namun para petugas memperlakukan kami seperti kriminal; mereka berbicara kasar, mengambil barang-barang dan literatur milik kami, dan membuat anak-anak kami ketakutan!”

Kira-kira pukul 7 pagi, pada tanggal 17 Maret 2010, tiga kelompok polisi tiba secara bersamaan di tiga rumah yang dihuni oleh empat keluarga Saksi-Saksi Yehuwa yang tinggal di kota Tambov. Penghuni rumah tersebut terbangun oleh polisi yang, dengan memegang surat perintah pengadilan, datang untuk menggeledah rumah-rumah itu. Para petugas menyita perpustakaan pribadi, mengambil semua literatur Alkitab serta dokumen bisnis, komputer, data elektronik, bahkan album foto keluarga dan surat-surat pribadi. Kejadian tersebut terjadi tidak lama setelah diperbaruinya kembali Daftar Federal dari Materi Ekstremis di mana publikasi-publikasi baru dari Saksi-Saksi Yehuwa telah ditambahkan.

Perintah pengadilan itu didasarkan pada kasus baru-baru ini yang diajukan di bawah Artikel 282 dari Hukum Kriminal Federasi Rusia, “Menghasut Kebencian dan Kekerasan, dan Merendahkan Martabat Manusia.” Sebagai respon atas mosi yang diajukan oleh Penyidik Igor Avdeyev, sebuah keputusan dikeluarkan oleh Hakim Lyudmila Ryazantseva dari Pengadilan Distrik Leninskiy dari Kota Tambov yang mengizinkan penggeledahan itu. Menurut keputusan itu, petugas harus menyita “barang, literatur, media elektronik yang menganjurkan kebencian religius serta . . . dokumen lain yang mencatat kegiatan organisasi religius itu.”

Selama penggeledahan polisi tidak memberitahukan kepada pemilik rumah tentang hak-hak mereka, memberikan salinan perintah pengadilan yang mengizinkan penggeledahan mereka, atau mengizinkan mereka untuk menghubungi seorang pengacara. Dalam beberapa kasus para pemilik rumah tidak diizinkan untuk menggunakan telepon pribadi mereka. Selama penggeledahan dari apartemen milik Cheprunov, nada bicara yang tinggi dari para petugas kepolisian telah membuat takut anak perempuan keluarga itu, yang mulai menangis dan memohon agar polisi tidak membawa orang-tuanya. Polisi menggeledah rumah yang lain, milik keluarga Tagayev, menyita satu salinan Perjanjian Baru yang diterbitkan di Moskow pada tahun 1988 serta publikasi-publikasi Saksi-Saksi Yehuwa.

Vasiliy Kalin, Ketua dari Pusat Administratif Saksi-Saksi Yehuwa di Rusia, yang hidup selama masa represi dan mengalami sendiri penganiayaan religius, menyatakan sebagai berikut: “Apa yang terjadi di Tambov mengingatkan kita aka masa-masa sulit di masa lalu ketika berdasarkan laporan-laporan fitnah dan tuduhan-tuduhan palsu serta tidak adanya dasar apa pun, Saksi-Saksi Yehuwa kehilangan harta milik mereka dan dianiaya secara kriminal. Pada waktu itu para petugas KGB datang malam-malam sekali atau pagi-pagi sekali, menggeledah rumah-rumah, membawa literatur dan barang-barang milik pribadi. Apa yang terjadi sekarang terlalu sama, terlalu seperti apa yang terjadi di tahun 1951 ketika aksi-aksi semacam itu dalam skala besar akhirnya membuat ribuan Saksi-Saksi Yehuwa dideportasi ke Siberia.”

Kontak:
Di Rusia: Grigory Martynov, telepon +7 (812) 702-26-91
Di AS: Mario Moreno, telepon +1 845 306 0711
Baca selengkapnya >>

Kamis, Maret 18

Penyitaan properti religius di Rusia dimulai

Sumber: JW-Media.org

Untuk Rilis Segera
9 Maret 2010

Penyitaan properti religius di Rusia dimulai

TAGANROG, Rusia—Pada tanggal 1 Maret 2010, para petugas penegak hukum menutup dan menyegel Balai Kerajaan Saksi-Saksi Yehuwa di kota Taganrog, Wilayah Rostov.

Penyitaan bangunan itu adalah salah satu dari tuntutan penuntut dalam peradilan kelanjutan atas likuidasi dari Organisasi Religius Lokal Taganrog dari Saksi-Saksi Yehuwa. Gedung itu dibangun pada tahun 2006 oleh Saksi-Saksi Yehuwa setempat, yang mendanai pembangunan dan penggunaannya dengan sumbangan sukarela mereka sendiri. Sejak saat itu bangunan itu telah berfungsi sebagai sebuah pusat untuk pelajaran Alkitab dan kebaktian religius, yang adalah cuma-cuma dan terbuka kepada umum.

Kebetulan atau tidak, para petugas penegak hukum muncul untuk menutup gedung itu satu hari setelah Saksi-Saksi Yehuwa menyelesaikan penyebaran risalah Akankah Hal itu Terjadi Lagi? Suatu Pertanyaan bagi Warga Rusia, yang diperkirakan memiliki peredaran di Rusia sebanyak 12 juta salinan. Publikasi itu mengutip bagian dari pidato presiden Rusia, yang mengutuk pelanggaran hak-hak asasi manusia dan pembatasan atas kebebasan yang diizinkan terjadi di masa lalu.

Ini adalah kasus pertama di Rusia yang demokratis di mana sebuah gedung religius yang dimiliki oleh Saksi-Saksi Yehuwa disita. Sekitar 60 tahun yang lalu, rumah dan properti dari ribuan Saksi-Saksi Yehuwa disita, dan Saksi-Saksi diasingkan ke Siberia “untuk menetap secara permanen.” Lebih dari satu dekade kemudian, Perintah dari Dewan Tertinggi U.S.S.R tertanggal 20 September 1965, akhirnya membebaskan mereka, dan Perintah dari Presiden Federasi Rusia tertanggal 14 Maret 1966, sepenuhnya mencabut tuduhan atas mereka dan menyatakan mereka sebagai korban represi politik.

“Di bawah rezim Soviet,” kata Vasily Kalin, ketua dari Pusat Administratif Saksi-Saksi Yehuwa, “Saksi-Saksi Yehuwa awalnya diasingkan dari kehidupan umum dan dipaksa masuk ke bawah tanah. Kemudian mereka dinyatakan sebagai sektarian suram yang memilih untuk bersembunyi dari orang-orang. Kembali kita melihat sebuah gambaran yang mirip sekarang sehubungan dengan Saksi-Saksi. Sementara properti mereka sedang disita dengan dalih melawan ektremisme, properti yang sebelumnya diambil dari agama-agama lain sedang dikembalikan.”

Informasi kontak:
Di Rusia: Grigory Martynov, telepon +7 (812) 702-26-91
Di AS: Mario Moreno, telepon +1 845 306 0711
Baca selengkapnya >>

Sabtu, Februari 27

Saksi-Saksi Yehuwa menyampaikan pesan kepada rekan senegara mereka

Sumber: JW-Media.org

Untuk Rilis Segera
25 Februari 2010

Saksi-Saksi Yehuwa menyampaikan pesan kepada rekan senegara mereka


RUSIA—Pada tanggal 26-28 Februari 2010, di seluruh Rusia, dari Chukchi Peninsula di timur sampai Kaliningrad di baratm sebuah kampanye istimewa sedang berlangsung. Selama tiga hari, pulhan ribu Saksi-Saksi Yehuwa Rusia menawarkan kepada rekan-rekan senegara mereka sebuah risalah berjudul Akankah Hal Itu Terjadi Lagi? Suatu Pertanyaan bagi Warga Rusia. Dua belas juta risalah akan disebarkan.

Mengapa mereka memutuskan untuk menyampaikan pertanyaan khusus ini? Ketua Komite Pimpinan dari Pusat Administratif Saksi-Saksi Yehuwa di Rusia, Vasily Kalin, berkata: “Enam puluh tahun lalu di Uni Soviet, Saksi-Saksi Yehuwa mengalami suatu gelombang penganiayaan dan represi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Akhir-akhir ini, suatu gelombang baru, sebuah kampanye sistematik berupa pelecehan sedang dilakukan terhadap Saksi-Saksi Yehuwa; kali ini, ada yang ingin menggolongkan literatur dan kegiatan kami sebagai ekstremis. Pertemuan-pertemuan kami untuk ibadat digerebek, para umat ditahan, diinterogasi, dan digeledah secara ilegal. Barang-barang pribadi milik mereka disita. Melihat seriusnya situasi ini, kami, Saksi-Saksi Yehuwa di Rusia, menganggap perlu untuk menyediakan kepada rekan-rekan senegara kami, tak terkecuali para pejabat pemerintah, informasi akurat tentang kami, serta tentang kasus-kasus intoleransi religius yang telah kami hadapi.”

Keprihatinan internasional telah diungkapkan atas berkembangnya intoleransi kebebasan religius di Rusia meskipun Konstitusi Rusia menjamin hak-hak manusia yang fundamental ini. Pada tanggal 20 Januari 2010, suatu banding, yang ditandatangani oleh lebih dari 40 pakar hak asasi manusia di Rusia dan seluruh Eropa Timur, telah dikirim kepada pihak berwenang tertinggi Rusia, mendesak untuk mengakhiri pelecehan dan represi yang ditujukan kepada Saksi-Saksi Yehuwa.

Halaman terakhir dari risalah itu berbunyi: “Taktik-taktik sindiran dan fitnah tidak perlu mempengaruhi Anda. Kami berharap Anda akan berupaya untuk melihat di balik ucapan kosong semacam itu.”

Risalah itu dapat dibaca secara online dalam bahasa Inggris dan Rusia.

Informasi kontak media:
Di Rusia: Yaroslav Sivulsky, +7 911 087 80 09
Di Amerika Serikat: J.R. Brown 718-560-5600
Baca selengkapnya >>

Rabu, Februari 24

Kepemilikan properti dipermasalahkan di Moskow

Sumber: JW-Media.org

Untuk Rilis Segera
23 Februari 2010

Kepemilikan properti dipermasalahkan di Moskow

MOSKOW—Sebuah bangunan di Moskow bagian utara yang telah digunakan sekitar 15 tahun untuk kebaktian mingguan penuh damai dari Saksi-Saksi Yehuwa secara tidak disangka telah menjadi pusat kontroversi. Seorang pejabat setempat mengklaim bahwa bertahun-tahun yang lalu Saksi-Saksi membeli properti itu setelah secara ilegal diprivatisasikan dan bahwa mereka sekarang merampas kegunaan veteran perang dari gedung itu, meskipun bangunan itu berlokasi di dalam sebuah zona dilindungi karena nilai sejarahnya. Sebagai respon, Saksi-Saksi Yehuwa menyediakan bukti bahwa tuduhan itu salah karena melalui penegasan pengadilan tanah dan bangunan yang dipermasalahkan itu berlokasi di luar wilayah yang dilindungi dan keduanya dibeli secara legal jauh setelah diprivatisasikan. Sebagai tambahan, bangunan yang terlibat itu tidak terdaftar sebagai sebuah monumen sejarah.

Yang dipermasalahkan adalah bangunan No. 1 di alamat Jalan Mikhalkovskaya 36, yang dibeli pada tahun 1995 oleh Pusat Administratif dari Saksi-Saksi Yehuwa di Rusia. Ketua V. M. Kalin merespon atas laporan-laporan dari tantangan ini: “Kami benar-benar tidak menyangka membaca ancaman terhadapat rumah ibadat kami ini di Moskow. Dan adalah ironis bahwa semua ini terjadi di saat ketika properti yang dirampas dari organisasi-organisasi religius selama era Soviet sedang dikembalikan.”

Kalin juga berkata: “Secara berulang-ulang selama bertahun-tahun, Wilayah Administratif Utara dari prefek Moskow telah berpaling kepada kami untuk membantu dalam mempercantik taman umum yang dikenal sebagai ‘Mikhalkovo.’ Kami secara berkala membantu dalam pekerjaan itu, secara sukarela dan tidak memungut bayaran, dan Wilayah Administratif telah mengakui pekerjaan kami dengan mengirimkan surat-surat terima kasih kepada kami.”

Kontak:
Di Rusia: Grigory Martynov, tel.+7 (812) 432-94-70
Di A.S.: Mario Moreno, tel. + 1 845 306 0711
Baca selengkapnya >>

Jumat, Januari 29

Keputusan pengadilan lagi menandakan merosotnya kebebasan di Rusia

Sumber: JW-Media.org

Untuk Rilis Segera
27 Januari 2010

Keputusan pengadilan lagi menandakan merosotnya kebebasan di Rusia

GORNO-ALTAYSK, Rusia—Sebuah tren mengkhawatirkan berlanjut di Rusia pada hari Rabu sewaktu Mahkamah Agung Republik Altay menguatkan keputusan pengadilan rendah kota untuk menyatakan 18 publikasi religius dari Saksi-Saksi Yehuwa sebagai ekstremis. Hal ini sama dengan keputusan atas sebuah kasus serupa bulan lalu di Mahkamah Agung Federasi Rusia di Moskow. Perkembangan tersebut telah menarik perhatian para aktivis hak asasi manusia dan lainnya, membuat banyak pengamat internasional prihatin tentang apa yang akan menjadi ujungnya.

Horst Henschel adalah seorang anggota direksi dari Wachtturm Bibel- und Traktat-Gesellschaft, korporasi yang mencetak publikasi Kristen yang sedang diperkarakan. Henschel sendiri disiksa di Jerman Timur karena imannya dan sangat menegaskan keprihatinannya atas keputusan ini: “Mencap publikasi kami sebagai ‘ekstremis’ tidak masuk akal bagi kami, khususnya karena literatur kami menganjurkan nilai-nilai keluarga yang kuat, merespek pihak berwenang dan kasih kepada sesama. Negara mana yang tidak menginginkan warga yang mencerminkan prinsip-prinsip tersebut? Kami tahu bahwa jutaan orang akan menyuarakan keprihatinan mereka bahwa keputusan ini mencerminkan Rusia yang meningkatkan pembatasannya atas kebebasan berpikir dan kebebasan berekspresi yang penuh damai.”

Banyak orang Rusia dan tamu luar negeri yang sudah bingung oleh kesimpulan para pakar yang mempengaruhi kasus itu, khususnya setelah mereka sendiri meninjau literatur itu secara online. Sebelumnya di bulan ini, sejumlah organisasi hak-hak asasi internasional membuat permohonan terbuka kepada presiden Federasi Rusia, di mana mereka mengutarakan keprihatinan mereka atas pelanggaran hak-hak Saksi-Saksi Yehuwa di Rusia. Pernyataan itu sebagian berbunyi: “Pengakuan materi-materi itu sebagai ekstremis didasarkan pada penilaian amoral yang ‘sesuai-pesanan,’ yang dilakukan oleh para pakar yang dipilih oleh penuntut. . . . Pengakuan para pakar tersebut mengubah puluhan ribu orang beriman menjadi kriminal. . . . Tuntutan kriminal atas iman seseorang sangat mungkin menjadi kenyataan setiap saat.”

Saksi-Saksi Yehuwa memiliki 160.000 anggota di Rusia, dan hampir 300.000 orang yang menghadiri acara tahunan terbesar mereka.

Kontak:
Di Rusia: Grigory Martynov, tel. +7 911 101 7624
Di AS: Mario Moreno, tel. + 1 845 396 0711
Di Belgia: Marc Hansen, tel. + 32 2 782 0015
Di Jerman: Wolfram Slupina, tel. + 49 6483 413110
Baca selengkapnya >>

Rabu, Januari 27

Literatur Kristen diadili kembali di Rusia

Sumber: JW-Media.org

Untuk Rilis Segera
26 Januari 2010

Literatur Kristen diadili kembali di Rusia

GORNO-ALTAYSK, Rusia—Pada tanggal 27 Januari 2010, Mahkamah Agung Republik Altay, yang berlokasi di bagian selatan-pusat Rusia, akan mempertimbangkan banding dari Saksi-Saksi Yehuwa terhadap keputusan Pengadilan Kota Gorno-Altaysk yang mengumumkan sejumlah publikasi religius sebagai “ekstremis.”

Saksi-Saksi dan literatur Alkitab mereka dikenal baik di seluruh republik itu. Sebagai contoh, dua penduduk Republik Altay, Andrey dan Aygul Lobanov, berkata demikian sehubungan dengan manfaat dari publikasi-publikasi tersebut: “Majalah Menara Pengawal dan Sedarlah! Adalah sumber kesegaran bagi kami. Majalah tersebut membantu kami membangun keluarga yang kuat dan bahagia. Majalah tersebut menganjurkan kami untuk mengasihi semua orang tanpa peduli kebangsaan, agama, warna kulit, penghasilan atau status sosial mereka.”

Saksi-Saksi Yehuwa di Republik Altay telah mendengar tuduhan-tuduhan luas atas mereka sebelumnya. Di awal tahun 1994, banyak Saksi di Gorno-Altaysk dipanggil untuk hadir di pengadilan. Berdasarkan tuduhan-tuduhan terhadap mereka, beberapa dari mereka dipecat dari pekerjaan mereka dan dipaksa untuk meninggalkan Altay. Namun, segera jelas bahwa tuduhan-tuduhan yang dilancarkan terhadap mereka adalah palsu. Jadi, pada bulan Mei 1994, Departemen Kehakiman Republik Altay secara resmi mendaftarkan komunitas Saksi-Saksi Yehuwa Gorno-Altaysk.

Para pembela hak-hak asasi manusia terkemuka menjelaskan sebuah situasi di Rusia saat ini yang terus memburuk dari sejumlah pelanggaran atas hak-hak konstitusional dan kebebasan dari penindasan langsung atas Saksi-Saksi. Dan ini meskipun fakta bahwa belum lama ini ribuan Saksi-Saksi secara penuh diakui sebagai korban penindasan politis dan dibebaskan dari dakwaan apa pun yang telah diajukan terhadap mereka.

Kontak:
Rusia: Grigory Martynov, Telepon: + 7 911 101 76 24
AS: Mario Moreno, Telepon: + 1 845 306 0711
Belgia: Marc Hansen, Telepon” + 32 2 782 0015
Jerman: Wolfram Slupina, Telepon: + 49 6483 413 110
Baca selengkapnya >>

Selasa, Januari 5

Siapa dan apa yang terpengaruh oleh keputusan Mahkamah Agung Rusia?


Untuk Rilis Segera
18 Desember 2009

Siapa dan apa yang terpengaruh oleh keputusan Mahkamah Agung Rusia?

TAGANROG, Rusia—“Empat puluh tahun yang lalu, saya menjadi seorang Saksi-Saksi Yehuwa dan selama bertahun-tahun saya telah menjadi anggota Sidang Taganrog. Saya telah membesarkan anak-anak saya di komunitas ini. Mengapa Mahkamah Agung negara saya mengatakan kepada saya bahwa saya tidak dapat beribadat di sini?” Yevdokiya Gluschenko, 69 thn, bereaksi dengan tidak percaya pada berita mengenai keputusan tanggal 8 Desember oleh Mahkamah Agung Federasi Rusia.



Para anggota sidang lainnya, sahabat-sahabt Yevdokiya, menyatakan keprihatinan atas keamanan mereka sekarang dan atas keamanan keluarga mereka. Mereka meratap bahwa Mahkamah Agung tidak merespek hak mereka untuk terus memilih kepercayaan mereka sendiri dan bahwa Mahkamah itu telah menyatakan 34 literatur Alkitab mereka sebagai “ekstremis.” Di antara publikasi tersebut adalah buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? yang menjadi buku teks utama yang digunakan Saksi-Saksi Yehuwa dalam pelayanan publik mereka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang umum. Sejak tahun 2005, buku itu telah tersedia bagi khalayak umum di negara-negara seluas dunia, termasuk Rusia, namun buku itu sekarang dianggap “ekstremis” oleh pengadilan-pengadilan Rusia.

Para anggota sidang itu tidak sendirian dalam keprihatian mereka. Banyak pengamat yang obyektif membuka suara. Lyudmila Alexeyeva, Ketua dari Internasional Helsinki Group di Moskow, berkomentar bahwa “Para pengikut semua agama menganggap agama mereka adalah yang sejati, dan tidak ada kelompok religius yang taat hukum mana pun yang haknya boleh dikekang oleh Masyarakat. Sebaliknya kita akan kembali pada intoleransi religius bukan hanya pada era Soviet, namun pada abad pertengahan.” Nona Alexeyeva percaya bahwa Saksi-Saksi Yehuwa perlu mengajukan banding kepada Pengadilan Hak-Hak Asasi Manusia Eropa dan bahwa keputusan oleh pengadilan Rusia itu pada akkhirnya akan dibatalkan. “Sementara itu,” dia berkata, “saya menyesal untuk mengakui bahwa di mata komunitas Eropa Rusia akan tampak seperti negara yang bersifat barbar, abad pertengahan dan tidak toleran pada agama minoritas.”

Mengingat pada apa yang terjadi pada Sidang Taganrog, sebuah pengadilan rendah di Gorno-Altaysk sudah terlebih dahulu memutuskan mengalahkan Sidang Gorno-Altaysk dan menyatakan 18 publikasi religius Saksi-Saksi Yehuwa sebagai “ekstremis.” Sebuah jadwal pengadilan tanggal 23 Desember 2009 telah ditetapkan untuk pemeriksaan banding di Mahkamah Agung Republik Altay. Meski begitu, pada tanggal 17 Desember 2009, pengadilan itu mengembalikan berkas-berkas kasus itu kepada Pengadilan Kota Gorno-Altaysk. Tanggal yang baru untuk pemeriksaan itu belum diberikan.



Kontak: Rusia: Yaroslav Sivulskiy, Telepon: +7 911 087 80 09
Grigory Martynov, Telepon: +7 911 101 76 24
AS: James E. Andrik, Telepon: + 1 845 306 0711
Eropa: Marc Hansen, Telepon: + 32 2 782 0015
Baca selengkapnya >>