Tampilkan postingan dengan label Medis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Medis. Tampilkan semua postingan

Senin, Februari 1

Mahkamah Agung Puerto Riko menguatkan hak-hak medis pasien

Sumber: JW-Media.org

Untuk Rilis Segera
29 Januari 2010

Mahkamah Agung Puerto Riko menguatkan hak-hak medis pasien

Puerto Riko—Dalam sebuah keputusan bersejarah yang dicapai pada tanggal 27 Januari 2010, Mahkamah Agung Puerto Riko menguatkan hak seorang pasien dewasa untuk menolak perawatan medis tertentu. Pengadilan itu juga mengakui hak seorang pasien untuk menggunakan perintah-perintah di muka dan menunjuk seorang wakil perawatan kesehatan untuk mewakili kepentingannya ketika tidak sadar.

Victor Hernandez, seorang Saksi-Saksi Yehuwa, melaksanakan sebuah perintah di muka sebelum dirawat di rumah sakit. Mahkamah Agung membalikkan penolakan pengadilan percobaan untuk melaksanakan keputusan medis Tuan Hernandez seperti yang diungkapkan dalam perintahnya dan oleh wakil perawatan kesehatannya. Dengan melakukan hal itu, Mahkamah Agung mengakui “hak fundamental yang membuat tak dapat diganggu-gugatnya tubuh manusia menjadi suatu hak manusia yang tidak dapat dicabut.”

Saksi-Saksi Yehuwa puas bahwa Mahkamah Agung Puerto Riko mengakui hak seorang dewasa untuk menolak perawatan medis apa pun yang melibatkan penggunaan transfusi darah karena alasan-alasan religius. Mereka juga menghargai fakta bahwa Pengadilan itu mengakui hak seorang pasien dewasa untuk dihormati keputusan medisnya melalui sebuah perintah di muka dan wakil perawatan kesehatan. Kemenangan ini bermanfaat bukan hanya bagi lebih dari 25.000 Saksi-Saksi Yehuwa di Puerto Riko, namun bagi semua pasien di seluruh pulau itu.

Informasi Kontak:
Di AS: Paul Polidoro, tel. + 1 845 3060711
Di Puerto Riko: Ray Candelaria, tel. + 1 787 789 6000
Baca selengkapnya >>

Jumat, Januari 8

Fortis membeli Kelompok RS Wokchardt, memperbaiki cacat jantung kompleks dari seorang bayi

Sumber: Pharmabiz.com

Fortis membeli Kelompok RS Wokchardt, memperbaiki cacat jantung kompleks dari seorang bayi

8 Jan 2010
Biro Kami, Bangalore

RS Wockhardt, sekarang sebuah rumah sakit jaringan dari Fortis, telah dengan sukses memperbaiki sebuah cacat jantung yang kompleks pada seorang bayi berusia 2 tahun dari Nigeria tanpa transfusi darah apa pun.

Sebuah tim pakar jantung yang dipimpin oleh Dr N S Devananda, konsultan ahli bedah jantung, RS Wockhardt telah melakukan pembedahan besar jantung terbuka itu. Sang bayi Brendan menderita kelainan jantung bawaan yang disebut sebagai Tetralogy of Fallot atau sindroma bayi biru kompleks.

“Dalam sindroma ini darah yang bersih dan tidak bersih tercampur di jantung dan aliran darah ke paru-paru menurun. Itu adalah kelainan jantung kompleks yang paling umum, yang terjadi dalam 55-70 dari kasus-kasus. Itu terbukti fatal jika tidak ditangani tepat waktu,” kata Dr Devananda.

Suatu tantangan bagi tim jantung itu adalah bahwa orangtua dari bayi itu berasal dari komunitas Saksi-Saksi Yehuwa dan karena keyakinan religius mereka, transfusi darah atau penggunaan darah apa pun tidak dapat diterima.

Untuk menangani sindroma bayi biru, para ahli bedah memiliki dua pilihan penanganan. Satu adalah penanganan paliatif (yang meringankan-ss-IN) dimana tidak dilakukan pembedahan jantung terbuka dan kelainan ini ditangani dengan operasi ‘shunt’. Yang kedua adalah perbaikan lengkap yang adalah sebuah penanganan yang definitif. Di sini pasien menjalani sebuah pembedahan jantung terbuka dengan sebuah mesin jantung paru-paru. Dalam kasus pasien bayi, tim jantung memilih opsi kedua karena nilai kuratifnya. “Namun mesin jantung paru-paru mensyaratkan 500 ml darah untuk mengeluarkan udara dan hemoglobin ‘tetap’ di tingkat yang dapat diterima. Bayi itu berbobot hanya 11 kilogram dengan volume darah sekitar 900 ml. Untuk melakukan sebuah jantung terbuka terbukti sulit tanpa penggunaan darah tambahan,” dia berkata.

Tim itu memodifikasi sirkuit mesin jantung paru-paru itu sedemikian rupa sehingga total volume dasar dikurangi hingga sesedikit mungkin. Teknik hemo-filterasi itu digunakan untuk mengeluarkan kelebihan air dari dalam tubuh sebelum bayi itu menjalani pembedahan jantung terbuka dan keluar dari UGD dalam 24 jam. Satu minggu setelah pembedahan, tim jantung melaporkan bahwa bayi itu bisa memulai kehidupan yang aktif seperi anak-anak mana pun seusianya dan semua tes paska operasi adalah normal.
Baca selengkapnya >>