Selasa, Desember 1

Video Kebaktian Internasional 2009 - Vienna, Austria

Saksikan dan coba cicipi bagaimana persaudaraan rohani kita nyata dalam kebaktian internasional ini. Video dibuat oleh Sdr. Wolfgang Schranz.



Baca selengkapnya >>

Senin, November 30

Kebaktian Internasional 2009 - Hawaii

Foto-foto ini berasal Sdri Lydia Lopez yang menghadiri Kebaktian Internasional 2009 di Hawaii. Pada sesi hari Sabtu, ada 42 negara yang diwakili oleh 15.122 orang dan pada hari Minggu hadirin hampir 16.000 orang. Acara disampaikan dalam 5 bahasa dan betapa menakjubkan bisa mencicipi persaudaraan dan perdamaian yang hebat dan pengasih yang akan kita nikmati di dunia baru!


Selamat Datang!

 
Aloha!

 
Selamat datang di kantor cabang Hawaii


 

 
Balai Kebaktian Mililani

 
Kolam baptisan di Balai Kebaktian

 
Tarian hula untuk menyambut

 
Giliran saudara-saudara mengikuti

 
Hari pertama kebaktian

 
Selamat datang dari rekan-rekan berbahasa Spanyol

  
 

 
 


 

Delegasi Meksiko

 
Saudari-saudari dari bangsa Dakota

 
 
 
 
 
 
 
Baca selengkapnya >>

Apakah kaleng soda saudara kosong?




Kita semua bagaikan kaleng minuman soda. Ada kaleng soda yang belum dibuka dan ada yang sudah kosong. Jika kaleng soda kosong, maka kaleng itu dapat dengan mudah diremukkan, bahkan hanya dengan dua jari saja.

Namun kaleng soda yang penuh itu kuat karena isinya membantu menahan tekanan yang meremukkan. Coba saja saudara berdiri di atas kaleng soda yang penuh, kaleng soda itu tidak akan meledak.

Setan dan dunia adalah seperti tekanan itu, yang dilancarkan pada kerohanian kita. Jika kita kosong, kita bisa dengan mudah diremukkan. Namun jika kita tidak membiarkan “kaleng” mulai bocor mengeluarkan isinya (kerohanian kita, kebiasaan rohani kita, kasih kepada Yehuwa, dll.) iman kita tidak akan mudah dilemahkan dan kita bisa menahan tekanan dalam kehidupan kita.

Maka betapa penting untuk tetap tentu dalam berdoa, belajar dan melakukan kegiatan rohani lainnya.
Baca selengkapnya >>

30.000 Saksi-Saksi Yehuwa berada di Hawaii untuk kebaktian

Sumber: The Honolulu Advertiser

19 November 2009

30.000 Saksi-Saksi Yehuwa berada di Hawaii untuk kebaktian

Delegasi-delegasi dari seluruh dunia memenuhi kamar hotel Waikiki, melihat pemandangan

Oleh Maureen O’Connell
Penulis Staf Advertiser

Sekitar 30.000 orang diharapkan menghadiri sebuah kebaktian internasional Saksi-Saksi Yehuwa yang dibuka hari ini di sini – acara sejenis yang terbesar yang pernah diadakan di Hawai’i Convention Center.

Empat puluh dua negara akan diwakili dalam pertemuan itu, yang akan dibagi menjadi dua sesi empat hari. Sesi kedua akan dilangsungkan pada hari Kamis depan.

“Kami mengeluarkan seluruh persediaan kami, namun sejauh ini sangat bagus,” kata Joe Davis, manajer umum SMG dari pusat kebaktian itu, menyebutkan bahwa balai pameran itu sekarang terisi dengan kursi-kursi yang menghadap sebuah panggung kecil. “Kami sedang memasang 15.000 kursi, dan masih akan memasang yang lainnya.” Selain itu, kata Davis, “Kami akan menyediakan makanan bagi seluruh hadirin” sebanyak 100.000 kotak makan siang.

Saksi-Saksi Yehuwa—mungkin paling dikenal karena mengetuk pintu-pintu di lingkungan perumahan dan membagikan terbitan majalah Menara Pengawal—berjumlah lebih dari 7,1 juta anggota di seluruh dunia. Banyak dari 8.400 anggota di Hawaii minggu ini turun ke jalan, menyebarkan pamflet ke rumah-rumah, kata juru bicara sidang Hawai’I David Fitzgerald.

“Anda akan menemukannya diselipkan di pintu,” kata Fitzgerald. Mengikuti strategi ronda keamanan lingkungan, dia berkata, “Kami selalu memastikan bahwa Anda tidak dapat melihat undangan kami dari jalanan.”

Sesi-sesi di pusat kebaktian itu, yang terbuka bagi umum dan gratis, akan terjalin pada tema “Teruslah Berjaga-Jaga!” Fitzgerald berkata bahwa para pembicara akan menyoroti pertanyaan yang berada di atas pamflet acara itu: “Bagaimana saudara dapat selamat dari akhir dunia?”

“Itu bukanlah akhir dunia seperti yang digambarkan oleh Hollywood” di film-film dari “Armageddon” hingga “2012,” kata Fitzgerald. Itu bukanlah kemusnahan total dari umat manusia atau planet ini.” Dia melanjutkan, “Itu adalah akhir dari kesulitan perekonomian, tekanan-tekanan domestik, prasangka, korupsi, semua hal yang menciptakan begitu banyak kekhawatiran dan masalah di dunia dewasa ini.”

Beberapa program, termasuk sebuah drama modern sepanjang satu jam dari perumpamaan anak yang hilang, akan ditampilkan dalam beberapa bahasa, Daripada memilih menerjemahkan dari bahasa Inggris, kelompok-kelompok Filipina dan Samoa berencana untuk memainkan drama itu dengan pemeran yang berbicara bahasa asli mereka.

Kebanyakan dari hadirin kebaktian adalah delegasi yang terpilih untuk mewakili sidang-sidang. Dengan 8.000 delegasi, sidang-sidang A.S. mengirimkan kelompok terbesar ke acara itu. Yang terbesar berikutnya adalah Jepang, dengan sekitar 6.000 delegasi.

DISAMBUT

Sebelumnya di minggu ini, beberapa ratus relawan setempat menyambut para delegasi di bandara dan membantu dengan memimpin tur-tur di kantor cabang Hawai’i dari Saksi-Saksi Yehuwa di Kalihi dan Balai Kebaktian Mililani.

Glenda Craig ada di antara sebuah kelompok wanita yang mengambil cuti dari pekerjaannya pada hari Selasa pagi untuk tersenyum dan melambaikan tangan kepada ratusan delegasi Jepang yang turun dari bus dan berjalan ke dalam fasilitas yang bagus di Mililani seluas 16.700 meter persegi.

“Ini adalah hal yang jarang terjadi,” kata Craig, menunjuk pada kesempatan untuk bertemu dengan Saksi-Saksi Yehuwa dari negara lain. Meskipun ada halangan bahasa, dia berkata, “Saya sangat senang.”

Berbicara lewat seorang penerjemah, delegasi Jepang Shigeru Tsujikawa berkata bahwa dia berhasrat untuk “belajar lebih banyak tentang Alkitab bersama saudara dan saudari dari seluruh dunia, dan berteman dengan mereka.”

Kebaktian Saksi-Saksi Yehuwa adalah kebaktian religius terbesar yang pernah diadakan di Hawai’I Convention Center dan juga acara terbesar dalam setahun dari gedung itu. American Dental Association adalah yang kedua, menghadirkan 24.000 orang sebelumnya di musim gugur ini.

Sejak tahun 2001, Hawai’I Convention Center telah menjadi tempat bagi lebih 30 pertemuan religius. Pada bulan Juli, Baptist World Alliance akan mengadakan Kongres Sedunianya di gedung itu. Acara itu, yang diharapkan akan menarik 12.000 hadirin, sepertinya akan digolongkan di antara pertemuan terbesar dari tahun 2010.

CONVENTION CENTER

Sesi-sesi Saksi-Saksi Yehuwa di sini adalah bagian dari rangkaian kebaktian yang diadakan di 33 kota besar tahun ini, sejak bulan Juni hingga Desember. Sidang Hawai’I terakhir mengadakan sebuah kebaktian internasional pada tahun 2003, sewaktu kebaktian dipisah antara Blaisdell Center dan Hawai’I Convention Center. Para pejabat berkata bahwa 12.933 orang menghadiri kebaktian tersebut.

Dengan hadirin lebih dari dua kali lipat, kata Davis, “pada dasarnya setiap hotel di Waikiki terpengaruh.”

Acara itu diharapkan menghasilkan lebih dari 100 juta dolar dalam pengeluaran di seluas negara bagian dan hampir 9,8 juta dolar dalam pendapatan pajak, dengan lebih dari 161.000 malam-kamar hotel dipesan di seluruh negara bagian, kata Davis.

“Ini adalah saat yang bagus untuk acara ini,” dia berkata, menunjuk bahwa kecepatan pemesanan di minggu-minggu mendekati hari Thanksgiving biasanya lebih lambat.

Hingga akhir bulan depan, pusat kebaktian berukuran sedang itu diharapkan memberikan 630.000 hingga 640.000 pemesanan malam-kamar, yang membuat tahun 2009 menjadi tahun tersukses kedua sejak gedung itu dibuka di tahun 1998. Pada tahun 2005, gedung itu melaporkan 700.000 malam-kamar hotel.

“Kami sedang mendekati angka itu, meskipun dalam perekonomian yang sulit,” kata Davis.

********************************************

Foto-foto oleh Richard Ambo
********************************************
















Baca selengkapnya >>

Senin, November 16

Mengapa transfusi darah bisa membunuh pasien?

Sumber: Times Online

23 Sept 2009
Oleh Hannah Devlin


Mengapa transfusi  darah  bisa membunuh pasien?


Karena transfusi darah telah digunakan dalam pengobatan sejak abad ke-17, kita mungkin berasumsi  bahwa isu-isu keamanan apa pun pasti sudah diidentifikasi dan dibereskan sekarang. Namun sejumlah penelitian baru-baru ini mengesankan bahwa mungkin ada masalah-masalah serius yang belum terselesaikan mengenai teknik itu.

Khususnya, terdapat sekumpulan bukti yang makin bertambah bahwa jika darah yang disimpan terlalu lama diberikan kepada pasien, itu akan benar-benar lebih membawa bahaya daripada hal baik.

Saran terakhir dari hal ini adalah sebuah penelitian yang diterbitkan kemarin dalam jurnal Critical Care, yang mendapati bahwa para korban trauma memiliki kemungkinan dua kali lebih besar mati sewaktu diberikan darah yang telah disimpan lebih dari 28 hari dibanding dengan mereka yang diberikan darah yang “lebih segar”. Di Inggris, darah bisa disimpan hingga 35 hari sebelum diberikan kepada pasien.

Para penulis penelitian itu menyerukan untuk sebuah revisi atas aturan hukum mengenai berapa lama darah boleh disimpan, dengan berkata bahwa “tanggal kedaluarsa” yang ada sekarang bertentangan dengan temuan bahwa kualitas darah menurun secara cepat setelah disumbangkan. Dr Philip Spinella, seorang spesialis rawat darurat di Connecticut Children’s Medical Center di AS yang memimpin riset itu, memberitahu saya: “Beberapa pasien akan lebih baik tidak menerima transfusi darah daripada menerima sel darah merah yang sudah lama.”

Satu masalah dalam menyimpan sel darah merah adalah, darah kehilangan kemampuan untuk memecah bentuk, artinya darah tidak bisa menyelip masuk melewati kapiler dan mengirim oksigen ke jaringan di dalam tubuh. Sel darah ukurannya adalah 8-10 mikron, sedangkan kapiler berukuran 6-8 mikron. Sel darah merah yang normal berbentuk pipih bukannya bulat dan memasuki kapiler seperti layar kapal yang kecil. Seraya darah mendesak dinding, oksigen yang dibawanya terlepas dan masuk ke dalam jaringan – entah itu otak, otot atau organ. Semakin lama darah disimpan di mesin pendingin, sel darah merah semakin tidak mampu melakukannya.

Bahkan pengamatan yang lebih mengkhawatirkan adalah bahwa sel darah merah yang lama cenderung membocorkan asam lemak yang dihubungkan dengan pengentalah darah dan peradangan. Dalam penelitian paling akhir yang melibatkan 202 pasien trauma, terdapat insiden yang tinggi dari trombosis vena dalam dan kegagalan organ dalam kelompok “darah lama”, dimana keduanya bisa disebabkan oleh lemak yang bocor tersebut. Kesimpulannya, sel darah merah lama bukan hanya tidak efektif – itu bisa berbahaya.

Jika temuan paling akhir itu dikonfirmasi, tampak sangat menakjubkan bahwa isu keamanan seputar transfusi darah lolos dari pengawasan untuk waktu yang begitu lama. Alasannya mungkin terletak pada telah lamanya teknik itu, karena transfusi diperkenalkan ke dalam praktek medis utama sejak dahulu kala, sehingga itu tidak pernah harus melewati tuntutan regulasi yang menghalangi dalam pengobatan modern.

Darah berumur rata-rata 13 hari sewaktu dikirim dari Layanan Transfusi Darah ke rumah sakit. Berapa lama itu disimpan sebelum digunakan bergantung pada permintaan. Dr Spinella menyarankan bahwa suatu sistem prioritasisasi seharusnya dibuat, di mana pasien yang paling sakit atau mereka yang diberikan volumen darah terbesar yang diberikan darah yang lebih segar. Dia juga ingin melihat waktu penyimpanan yang legal diturunkan ke sekitar 21 hari. Ini mungkin berarti membuang sedikit lebih banyak darah, katanya, namun itu bisa menyelamatkan nyawa.
Baca selengkapnya >>

Bukti yang mendukung pembedahan tanpa darah bertambah banyak


Bukti yang mendukung pembedahan tanpa darah bertambah banyak

28 Oktober 2009
Kevin Jess

Para ahli medis di seputar dunia sekarang telah berhasil merawat pasien dengan pembedahan tanpa darah. Bukti memperlihatkan bahwa banyak keuntungan disadari dari penggunaan pengobatan alternatif.

Sebuah penelitian baru-baru ini yang dilakukan di Pusat Jantung Maritim di Halifax, Nova Scotia menunjukkan bahwa transfusi darah bagi para pasien bedah jantung yang stabil meningkatkan risiko kematian, kegagalan ginjal, dan sepsis atau infeksi.

Hasilnya diterbitkan dalam acara Kongres Kardiovaskular Kanada, dan dibawakan oleh Robert Riddell, seorang mahasiswa medis di Dalhousie University di Halifax, Nova Scotia.

Penelitian itu memeriksa 3842 pasien berturut-turut, yang semuanya menjalani jenis pembedahan jantung yang berbeda.

Menurut theheart.org para pasien dibagi menjadi empat kelompok; yang pertama menerima transfusi produk bukan darah; yang kedua menerima produk darah selama pembedahan; kelompok ketiga menerima produk darah dalam 48 jam pertama; dan yang keempat menerima produk darah 48 jam atau lebih setelah pembedahan.

Setelah membuat penyesuaian untuk umur, jenis kelamin dan faktor lainnya, penelitian itu menyimpulkan bahwa transfusi darah secara dramatis meningkatkan tingkat penyakit dan kematian dibanding dengan mereka yang menerima pembedahan tanpa darah.

Penelitian itu juga menyatakan bahwa semakin lambat transfusi darah diberikan semakin buruk bagi pasien.

Terdapat alternatif yang realistis atas transfusi darah sekarang.

Menurut AllSands.com, sejak tragedi AIDS semua orang menjadi terlalu sadar bahwa persediaan darah kita tidak akan pernah sepenuhnya aman dan bahwa dalam sebuah jajak pendapat baru-baru ini 89 persen orang Kanada lebih memilih alternatif atas darah yang didonorkan.

Kebanyakan orang menghubungkan penolakan transfusi darah dengan pendirian yang diambil oleh Saksi-Saksi Yehuwa yang menganggap prosedur itu bertentangan dengan ajaran Alkitab.

Namun, menurut AllSands.com, pendirian itu telah membawa pengobatan dan pembedahan tanpa darah mencapai “sebuah tingkat perkembangan yang maju dan menjadi perawatan yang lebih dipilih oleh banyak orang-orang yang terinformasi.”

Dihindarinya darah selama pembedahan berarti bahwa infeksi dan komplikasi setelah operasi dihindari, dan jenis darah tidak perlu harus dicocokkan, menghilangkan komplikasi apa pun dari kesalahan pencocokan.

Pembedahan tanpa darah biasanya berbiaya 25 persen lebih murah dibanding yang menggunakan darah donor dimana ada penghematan ekstra dari 50 persen peningkatan waktu pemulihan, yang berarti lama rawat inap yang lebih singkat.

Dalam kejadian kehilangan darah yang banyak, dalam kebanyakan kasus volume darah bisa dipertahankan dengan cairan alternatif semacam larutan laktasida Ringer, dextran, pati hydroxyethel dan lainnya yang akan mencegah syok hypovolemic.

Obat-obatan sekarang digunakan sebelum pembedahan untuk merangsang produksi sel darah merah, sel platelet dan berbagai sel darah putih untuk meningkatkan volume darah serta obat-obatan lain untuk mengurangi pendarahan.

Para ahli bedah sekarang mampu mengatur pendarahan dengan lebih baik dengan menggunakan hemostat biologis. Perekat dan penyumbat baru dapat memblokir luka tusuk atau melingkupi daerah yang lebih besar dari jaringan pendarahan yang terbuka.

Sekarang pasien bisa menyelamatkan darah yang hilang dalam pembedahan atau trauma dengan menggunakan mesin-mesin yang mencuci darah dan mengembalikannya kepada pasian tanpa menyimpannya.

Menurut Encyclopedia of Surgery, peralatan dan tehnik pembedahan yang baru sekarang membuat ahli bedah untuk melakukan prosedur dengan pendarahan yang minimal.

Semua prosedur di atas telah dilakukan dengan sukses pada ribuan pasien di seluruh dunia, yang mencari perawatan medis yang lebih aman, entah karena alasan religius atau tidak.

Di akhir tahun 2002, 30 persen dari semua permintaan untuk pembedahan tanpa darah berasal dari mereka yang bukan Saksi-Saksi Yehuwa.
Baca selengkapnya >>

Saksi-Saksi Yehuwa menulis surat kepada Medvedev, memberitahukan bahwa mereka dianiaya seperti di era Soviet

Sumber: AsiaNews.it

13/11/2009
Rusia


Saksi-Saksi Yehuwa menulis surat kepada Medvedev, memberitahukan bahwa mereka dianiaya seperti di era Soviet

Komunitas religius itu mengeluh tentang pengadilan yang “sewenang-wenang”, penganiayaan dan suatu kampanye dengan “demonisasi” oleh pengadilan dan pers. Mereka meminta presiden Rusia untuk “menjamin hak-hak konstitusional mereka” dan melindungi mereka “dari kesewenang-wenangan birokratis.”

Moskow – Pemimpin dari Saksi-Saksi Yehuwa Rusia telah mengajukan pemohonan kepada Presiden Dmitry Medvedev untuk melindungi komunitasnya dari sebuah kampanye penganiayaan. V.M. Kalin, ketua dari komite penggerak dari ‘Pusat Administratif Saksi-Saksi Yehuwa di Rusia’ (PASSYR), menulis kepada pemimpin di Kremlin itu, mengeluh tentang peradilan yang “sewenang-wenang” terhadap para anggota daru komunitasnya.

Dalam suratnya, ketua PASSYR itu menyebutkan bahwa komunitasnya telah berada di Rusia selama lebih dari satu abadm dan bahwa hanya di bawah pemerintahan Soviet mereka menderita diskriminasi dan penganiayaan. Sekarang, mereka menjadi subyek dari sebuah proses “demonisasi” oleh beberapa pengadilan dengan dukungan dari pers.

Bagi Kali, artikel Medvedev berjudul “Rusia, Maju”, yang muncul dalam Gazeta.ru, pada tanggal 10 September tahun ini, adalah sebuah sumber dari harapan karena artikel itu merujuk pada cita-cita tentang pemisahan negara dan agama dan hidup berdampingan yang penuh damai.

Presiden Rusia, seperti dijelaskan oleh surat itu, harus menyadari bahwa Saksi-Saksi Yehuwa terdapat di 236 negara di seluruh dunia, namun hanya di 25 negara “kebebasan hati nurani mereka” dibatasi, negara-negara yang “terkenal atas pelanggaran hak-hak asasi manusia yang paling kejam.”

Yang diinginkan oleh komunitas itu adalah agar Medvedev “menjamin hak-hak konstitusional mereka” dan melindungi mereka dari “kesewenangan birokratis”.

Akhirnya, “hak-hak dasar, yang diperjuangkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa sekarang, secara vital diperlukan untuk menjaga kebebasan demokratis Rusia dan pembangunan dari masyarakat sipil”.
Baca selengkapnya >>